Materi Kimia
BAB I
ALAT DAN BAHAN
2.1 Alat
- Wadah atau toples yang terbuat dari kaca, Toples merupakan sebuah tempat yang bisa digunakan selama penyimpanan yoghurt. Toples yang digunakan untuk pembuatan yoghurt ini hendaklah yang terbuat dari kaca.
- buah ember atau baskom : Digunakan sebagai tempat inkubasi youghrt itu sendiri
- Lap, Lap merupakan sebuah alat yang bisa digunakan untuk menutup toples dengan keadaan tertutup. Sebelum lap digunakan, terlebih dahulu harus disterilisasikan.
- Panci, Panci merupakan sebuah wadah atau alat yang digunakan untuk proses pemanasan susu yang hendak digunakan untuk pembuatan yoghurt.
- Sendok pengaduk : Digunakan sebagai alat untuk mengaduk susu pada saat dipanaskan
- Kompor gas
2.2 Bahan
- Susu bubuk putih
- Susu murni
- Youghrt Komersial
- Gula putih, Gula putih digunakan merupakan salah satu bahan pemanis.
BAB II
METODOLOGI PENELITIAN
1) Tuangkan susu pada panci dan tempatkan panci diatas
kompor
2) Tambahkan 10 gram susu bubuk (untuk setiap ½ liter
susu). Aduk dan hangatkan susu hingga mencapai suhu 900C.
Usahakan susu tidak sampai mendidih, Aduk terus menurus untuk mencegah susu
terbakar. Pada saat suhu susu telah mendekati suhu 900C, aduk
lebih cepat untuk mencegah mendidihnya susu
3) Setelah susu mencapai 900C,
angkat panci dari kompor. Biarkan susu menjadi dingin hingga suhu 500C
sampai 550C. pengadukan secara berkala dapat menurukan waktu
yang diperlukan untuk mendinginkan susu
4) Sambil menunggu proses pendinginan susu, starter
youghrt dapat dibuat. Starter youghrt dibuat dengan menambahkan 1 bagian
youghrt komersial dengan 2 bagian susu. Aduk sampai merata.
5) Tuangkan starter youghrt kedalam wadah pembuatan
youghrt
6) Tuangkan susu yang telah didinginkan kedalam wadah,
tutuprapat. Beri label kelompok dan tanggal pembuatan
7) Tempatkan campuran susu dan starter youghrt pada
daerah yang hangat. Suhu ideal adalah 39-500C.
biarkan selama 3-8 jam. Perbedaan suhu akan menghasilkan produk yang berbeda.
Suhu yang lebih tinggi akan menghasilkan youghrt yang lebih asam sedangkan yang
lebih dingin atau rendah akan menghasilkan youghrt kurang asam dan lebih kental
8) Setelah 3 jam, periksa apakah susu telah mengental.
Bila sudah pindahkan kedalam refrigator dengan suhu 100C.
9) Setelah 24-72 jam, periksa bau dan rasa dari youghrt
yang dihasilkan. Bandingkan dengan produk komersial yang ada
Memberi Rasa Youghrt
1) Bila diinginkan, rasa dapat ditambahkan pada youghrt.
Penambahan rasa dapat dilakukan pada saat susu didinginkan sebelum proses
inkubasi atau dilakukan setelah masa inkubasi selesai bila ingin mempertahankan
rasa asli dari youghrt.
2)
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASA
4.1 HASIL
Pada
praktikum kali ini kelompok kami membuat yoghurt dengan rasa manis. Dari hasil
yang didapatkan setelah melalui beberapa proses, yoghurt
yang dihasilkan menurut penilai rasanya enak, baik keasaman maupun rasa manis
yang tercipta semuanya pas. Kemudian menurut penilai tekstur yoghurt yang
kelompok kami buat sangatlah sesuai (pas) baik dari segi kekentalan cairan
(tekstur) maupun warna yang pas.
4.2 PEMBAHASAN
Salah
satu cara pengolahan dan pengawetan susu yang tertua adalah tehnologi
pengemasan susu dilakukan dengan cara fermentasi. Salah satu produk fermentasi
susu ini adalah yoghurt. Melalui proses fermenatasi ini maka susu akan memiliki
konsitensi berupa pasta atau puding yang mempunyai cita rasa yang spesifik
karena timbulnya senyawa – senyawa yang mudah menguap yang dihasilkan oleh
bakteri stater.
Dalam
proses fermentasi susu dalam pembuatan Yoghurt digunakan bakteri fermentan
penghasil asam laktat, terdiri dari Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus
thermophilus. Bakteri tersebut berperan sebagai pembentuk asam, sehingga
terbentuk Yoghurt dengan aroma yang khas. Asam yang terbentuk menyebabkan
penggumpalan protein susu dan membantu mengawetkan yoghurt. Bakteri asam laktat
juga dapat menekan pertumbuhan bakteri pembusuk susu, sehingga yoghurt lebih
tahan lama selama masa penyimpanan dibandingkan susu.
Lactobacillus
lebih berperan dalam pembentukan aroma, sedangkan streptococcus lebih berperan
dalam pembentukan cita rasa. Komponen susu yang paling berperan dalam
pembuatan yoghurt adalah laktosa dan kasein. Laktosa yang merupakan
carbohydre susu digunakan sebagai sumber energi selama pertumbuhan biakan
bakteri dan akan menghasilkan asam laktat. Terbentuknya asam laktat dari hasil
fermentasi laktosa menyebabkan keasaman susu meningkat atau pH menurun, kasein
merupakan komponen terbanyak dalam susu yang sangat peka terhadap asam. Dalam
kondisi keasaman yang rendah maka kasein menjadi tidak stabil sehingga kasein
akan terkoaqulasi membentuk padatan yang disebut yoghurt. Pada umumnya yoghurt
yang baik memiliki total asam laktat 0,85 % sampai 0,95 % atau derajat keasaman
(pH) 4 – 4.5.
Sangat
penting diperhatikan bahwa saat memasukkan starter, maka suhu susu harus
didinginkan dulu dari suhu saat pemanasan susu yaitu 90oC
menjadi sekitar 45oC-55oC. hal ini sangat penting karena jika starter
dimasukkan pada saat suhu susu masih tinggi sekita 90oC maka
bakteri yang terkandung dalam starter tersebut akan mati sehingga pembuatan
yoghurt akan mengalami kegagalan.
Untuk
memperoleh hasil yoghurt yang baik maka perbandingan penggunaan starter
Thermophylus dan Lactobulgaricus adalah 1:1. Berdasarkan flavornya yoghurt
dibedakan antara lain yang plain (natural), fruit yoghurt dan flavoured
yoghurt. Plain yoghurt memiliki rasa yang sangat asam, oleh karena itu tidak
semua orang menyukainya, yoghurt semacam ini biasanya digunakan untuk campuran
salad. Fruit yoghurt adalah yoghurt yang dicampur buah potongan kecil atau sari
buah, biasanya penambahan buah – buahan sekitar 10 %. Flavoured yoghurt adalah
yoghurt dengan flavoured sintetis dan pewarnamakanan. Untuk jenis ini saat ini
sangatlah digemari dikalangan anak – anak dan remaja.
Kondisi
fermentasi pada pembuatan yoghurt dalam usaha mengembangbiakan kedua stater
inti menuntut kondisi susu yang bebas dari berbagai jenis mikroorganisme yang
lain yang menghambat pertumbuhan kedua jenis starter diatas. Untuk itu proses
pasteurisasi dengan menggunakan kombinasi suhu dan waktu yang tepat sangat
menentukan keberhasilan proses pengolahan yoghurt.
Kombinasi
suhu pasteurisasi ini dapat digunakan sbb:
1.
80oC – 85oC selama 20 menit
2.
85oC – 90oC selama 15 menit
Proses
pembuatan yoghurt.
Tahapan proses pembuatan yoghurt adalah
pemanasan, pendinginan dan pemeraman, bila yoghurt akan dikonsumsi dalam bentuk
flavoured yoghurt, maka tahapan proses dilanjutkan dengan penambahan gulas
ebagai pemanisan dan flavoured, pengemasan dan pembekuan.
v Pemanasan
Pemanasan ini bertujuan untuk mematikan
semua mikroba yang ada pada susu seperti Mycobacterium tubercolis, micrococcus
dll, yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri stater. Disamping itu juga untuk
menurunkan kandungan air pada susu sehingga pada akhirnya akan diperoleh
yoghurt dengan konsistensi yang cukup padat.
Pemanasan
susu ini dapat dilakukan dengan berbagai macam cara antara lain sebagai berikut
: Susu dipanaskan pada suhu tinggi (dibawah suhu didih) dalam jangka tertentu
hingga volumenya berkurang menjadi 2/3 dari jumlah semula, patokannya adalah
volume susu (pemanasan tidak sampai mendidih).
1.
Susu dipanaskan dengan menggunakan kombinasi suhu dan waktu sebagai berikut :
85oC – 90oC
selama 10 – 15 menit
80oC – 85oC
selama 15 – 20 menit
•
Pendinginan
Proses ini bertujuan untuk memberikan
kondisi yang optimum bagi bakteri Starter, pendinginan dikerjakan sampai suhu
50-55 oC, kemudian Setelah suhu tercapai ditambahkan bakteri
starter 2-3 % dari jumlah susu
•
Pemeraman atau Inkubasi
Pemeraman dapat dilakukan pada suhu 37
derajat C selama 24 jam atau dalam incubator dengan suhu 45 derajat C selama
4-6 jam, Incubasi dihentikan bila telah tercapai keasaman 4 – 4,5. Setelah
pemeraman ini biasanya yoghurt bisa langsung dikonsumsi sebagai plain yoghurt.
Adapun
perbedaan keju swiss, keju cheddar dan keju yogurt adalahsebagai berikut:
Keju
Swiss merupakan keju lokal yang diproduksi di negara Swiss. Swiss hingga saat
ini memproduksi lebih dari 450 jenis keju. Pembuatan keju telah menjadi tradisi
di negara ini selama beratus-ratus tahun. Swiss memiliki tanah yang dipenuhi
dengan rerumputan. Sekitar 80% tanahnya tidak cocok untuk bertani, karena itu
digunakan untuk menggembalakan ternak. Beberapa keju Swiss yang terkenal adalah
Appenzell, Bellelay atau Tête de Moine, Emmental, Fribourgeois, Gruyère,
Saanen, Sapsago, Sbrinz, Vacherin-Fribourgeois. Keju Swiss yang dikenal di
dunia memiliki ciri-ciri yang khas yaitu berwarna kuning pucat, mengandung
sedikit rasa kacang, dan memiliki banyak lubang pada teksturnya. Sebagian besar
keju Swiss dibuat dari susu sapi.
Keju
Swiss yang dikenal memiliki banyak lubang sebenarnya adalah keju Emmental.
lubang-lubang ini terbentuk karena saat setelah melewati proses pematangan,
ketika asam laktat dan asam glutamat mulai hilang, mikroba-mikroba menciptakan
gas karbondioksida. Mikroba tersebut adalah Propionibacteria shermanii atau P.
shermanii. Mikroba ini ditambahkan kedalam susu setelah dihangatkan. P.
shermanii mengonsumsi asam laktat yang dikeluarkan oleh bakteria lain, yaitu
bakteria yang mengubah susu menjadi keju.Mikroba ini lalu bersendawa dan
menyemburkan banyak sekali gas karbondioksida. Gas tersebut tidak dapat
dilepaskan, tetapi menjadi terjebak pada apa yang dikenal sebagai lubang atau
"mata".Keju Swiss yang dimatangkan hanya untuk waktu yang sebentar
saja akan memiliki lubang yang lebih kecil dan memiliki rasa yang lembut.
Sedangkan yang lebih lama proses pematangannya seperti Emmental akan memiliki
lubang yang lebih besar dan rasa yang lebih tegas.
Sedangkan
proses yang khas dalam pembuatan keju cheddar adalah adanya sebuat proses yang
dinamakan cheddaring. Cheddaring adalah tahap tambahan dalam pembuatan keju
Cheddar. Setelah dipanaskan, tahu susu diuleni dengan garam, dipotong
kotak-kotak untuk menghilangkan dadih susu, kemudian disusun dan dibalik. Keju
Cheddar yang keras dan sangat tua (vintage) perlu dimatangkan hingga 15 bulan.
Keju omo perlu disimpan pada temperatur konstan, dan kadang-kadang perlu
dilengkapi dengan peralatan tambahan. Seperti halnya pembuatan keju di
negara-negara Eropa, gua merupakan tempat ideal untuk pematangan keju. Hingga
kini, beberapa jenis keju Cheddar yang diproduksi di Inggris dimatangkan di
dalam gua di Wookey Hole dan Lembah Cheddar.
Tahu
susu dan dadih susu dipisahkan dengan rennet (enzim kompleks yang secara alami
diproduksi dari lambung anak sapi yang baru lahir). Dalam pembuatan keju Cheddar
vegetarian, enzim yang fungsinya sama diambil dari sumber nonhewani.
Dan
keju yogurt adalah keju yang dibuat dari susu cair murni dengan teknik seperti
pembuatan yogurt namun ditambah susu bubuk full cream sehingga tekstur yogurt
yang dihasilkan menjadi menggumpal hingga jadilah keju yogurt.
BAB IV
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Yoghurt atau yogurt,
adalah susu yang dibuat melalui fermentasi bakteri. Yoghurt
dapat dibuat dari susu apa saja, termasuk susu kacang kedelai. Fermentasi
merupakan bentuk tertua dari bioteknologi Minuman beralkohol (bir, anggur,
tuak), Makanan terfermentasi (keju, yoghurt, tape, tempe, petis, terasi).
Lactobacillus lebih berperan dalam pembentukan aroma, sedangkan streptococcus
lebih berperan dalam pembentukan cita rasa.
Comments
Post a Comment