Ciri-ciri tes yang baik

 Ciri-ciri Tes Yang Baik

Oleh Anam Khoirul Rozak (1908101245)

IAIN Syekhnurjati Cirebon

 2021


Tes adalah pemberian suatu tugas atau rangkaian tugas dalam bentuk soal atau perintah yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Hasil pelaksanaan tugas tersebut digunakan untuk menarik kesimpulan-kesimpulan tertentu terhadap peserta didik.

Tes dapat diartikan sebagai suatu cara untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh pelajar, sehingga menghasilkan suatu nilai yang berkaitan dengan tingkah laku atau prestasi pelajar tersebut, yang bisa dibandingkan dengan nilai yang dicapai oleh pelajar lain atau dengan nilai standar yang ditetapkan.

Tes dapat dilakukan secara verbal, di atas kertas, di komputer, atau di area yang telah ditentukan yang mengharuskan siswa untuk menunjukkan atau melakukan serangkaian keterampilan.

Secara umum, tes memiliki dua macam fungsi, yaitu:

Sebagai alat pengukur terhadap siswa. Dalam kaitannya dengan ini tes memiliki fungsi untuk mengukur tingkat perkembangan atau kemajuan yang telah dicapai oleh siswa setelah mereka menempuh proses belajar-mengajar dalam jangka waktu tertentu.

Sebagai alat pengukur keberhasilan program pengajaran, melalui tes akan dapat diketahui sudah seberapa jauh program pengajaran yang telah ditentukan, atau yang telah dapat dicapai.

Menurut Suharsimi Arikunto suatu tes dapat dikatakan baik apabila memenuhi lima persyaratan, yaitu :

Validitas

Kata valid sering diartikan dengan : tepat, benar, absah dan shahih. Jadi kata validitas ketepatan, kebenaran, keabsahan. Apabila dikaitkan dengan fungsi tes sebagai alat pengukur maka sebuah tes dikatakan valid apabila alat ukur tersebut dapat dengan tepat mengukur apa yang hendak diukur atau diungkap lewat tes tersebut. Jadi tes hasil belajar dapat dinyatakan valid (alat pengukur keberhasilan) dengan secara tepat dapat mengukur atau mengungkap hasil-hasil belajar yang telah dicapai oleh peserta didik setelah menempuh proses belajar mengajar dalam waktu tertentu.

Contoh : Diperoleh informasi bahwa Si A beratnya 80 kg setelah diukur dengan timbangan beras yang benar memang hasilnya demikian beratnya berdasarkan hasil timbangan.

Untuk tes hasil belajar aspek validitas yang paling penting adalah validitas isi. Yang dimaksud dengan validitas isi adalah ukuran yang menunjukkan sejauh mana skor dalam tes yang berhubungan dengan penguasaan peserta tes dalam bidang studi yang diuji melalui perangkat tes tersebut. Untuk mengetahui tingkat validitas isi tes, diperlukan adanya penilaian ahli yang menguasai bidang studi tersebut.

Reliabilitas

Kata reliabilitas dari kata reliability (Inggris) yang artinya dapat dipercaya. Tes yang reliable jika memberikan hasil yang tetap (consistent) apabila diteskan berkali-kali. Jika kepada siswa diberikan tes yang sama yang pada waktu yang berlainan, maka setiap siswa akan tetap berada dalam urutan rangking yang sama tetap (ajeg) dalam kelompoknya. Validitas berhubungan dengan ketepatan sedangkan reliabilitas berhubungan dengan ketetapan atau keajekan.`

Sebuah tes dikatakan relibel apabila hasil-hasil pengukuran yang dilakukan dengan menggunakan tes tersebut secara berulang kali terhadap subyek yang sama hasilnya tetap sama atau sifatnya stabil.[3] Yang dimaksud Stabil disini yaitu tetap berada pada urutan kelompoknya ketika tes dilakukan berulang-ulang meskipun terjadi perubahan nilai secara keseluruhan oleh kelompoknya tetapi pada posisi urutan rangkingnya tetap atau berubah tetapi perubahannya tidak berarti. Jadi penekannanya bukan pada tetapnya nilai tetapi pada tetapnya posisi urutan nilai atau rangking dalam kelompoknya. Walaupun tampaknya hasil tes pada tes kedua lebih baik karena kenaikannnya dialami oleh semua siswa maka tes yang digunakan dapat dikatakan memiliki reliabilitas yang tinggi. Kenaikan hasil yang kedua bisa jadi disebabkan adanya pengalaman yang diperoleh pada waktu mengerjakan tes pertama.

Objectivitas

Objektif berarti tidak adanya unsur pribadi yang mempengaruhinya bukan subjectif. Sebuah tes dikatakan memiliki objectivitas apabila dalam melaksanakan tes tidak ada faktor subjectif yang mempengaruhi terutama dalam sistem skornya.

 Apabila dikaitkan dengan reliabilitas maka objectivitas menekankan ketetapan (consistency) pada sistem skoring, sedangkan reliabilitas menekankan ketetapan dalam hasil tes. Ada 2 faktor yang mempengaruhi subjectivitas dari sesuatu tes yaitu bentuk tes dan penilai :

Bentuk Tes

Tes yang berbentuk uraian akan memberi banyak kemungkinan kepada sipenilai untuk memberikan penilaian menurut caranya sendiri. Untuk menghindari masuknya unsur subjektivitas dari penilai maka sistem skoringnya dapat dilakukan dengan cara sebaik-baiknya antara lain lain dengan membuat pedoman skoring terlebih dahulu.

Penilai

Subjectivitas dari penilai akan dapat masuk secara agak leluasa terutama dalam tes bentuk uraian. Faktor-faktor yang mempengaruhi subjectivitas antara lain kesan penilai terhadap siswa, tulisan bahasa, kelelahan untuk menghindari subjektivitas maka harus mengacu pedoman terutama menyangkut masalah pengadministrasian yaitu kontinuitas dan komprehensivitas.

Sedangkan Menurut Prof. Drs. Anas Sujiono Suatu tes belajar dapat disebut tes belajar yang obyektif apabila tes tersebut disusun dan dilaksanakan menurut apa adanya. Ditinjau dari segi isi atau materinya artinya bahwa materi tes diambilkan atau bersumber dari materi atau bahan pelajaran yang telah diberikan sesuai dengan instruksional khusus yang telah ditentukan atau bahan pelajaran yang telah dipelajari oleh peserta didik yang dijadikan acuan dalam penyusunan hasil belajar tersebut.

4. Praktibilitas (practibility)

Sebuah tes disebut memiliki praktibilitas yang tinggi apabila tes tersebut bersifat praktis, Tes yang praktis adalah tes yang :

Mudah dilaksanakan, tidak menuntut peralatan yang banyak dan memberi kebebasan kepada siswa mengerjakan terlebih dahulu bagian yang dianggap mudah. Karena bersifat sederhana dalam arti tidak memerlukan peralatan yang sulit pengadaannya.

Mudah pemeriksaannya artinya bahwa tes itu dilengkapi kunci jawaban maupun pedoman skoringnya. Dilengkapi dengan petunjuk-petunjuk yang jelas sehingga dapat diberikan atau diawali orang lain.

Dilengkapi dengan petunjuk-petunjuk yang jelas sehingga dapat diberikan atau diawasi oleh orang lain

5. Ekonomis

Pelaksaan tes tersebut tidak membutuhkan ongkos atau biaya yang mahal, tenaga yang banyak serta waktu yang lama.

Kesimpulan

Tes adalah pemberian suatu tugas atau rangkaian tugas dalam bentuk soal atau perintah yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Secara umum fungsi tes ada dua yaitu, Sebagai alat pengukur terhadap siswa dan Sebagai alat pengukur keberhasilan program pengajaran.

ciri-ciri tes yang baik menurut Suharsimi Arikunto adalah sebagai berikut :

Validitas

Reliabilitas,  

Objectivitas,

Praktibilitas, 

Ekonomis.

Comments